Nasional, Bandung - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Barat Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus menyebutkan, sel baru Jamaah Ansharut Daulah Bandung sempat mencoba meledakan dua rumah makan di Kota Bandung menggunakan bom panci. Namun, aksi teror tersebut gagal setelah bom yang telah mereka siapkan urung meledak.

"Sejak bulan Mei yang lalu, kelompok ini sudah akan merencanakan peledakan di rumah makan di Bandung, dengan kekuatan bom 1,5 kilo. Tapi, saat sudah dipasang di tempat yang ditentukan ternyata bom panci tersebut tidak meledak," ujar Yusri setelah melakukan penggeledahan di kamar kontrakan AAS, salah satu terduga teroris, di Babakan Ciparay Kota Bandung, Rabu, 12 Juli 2017.

Baca juga:
Bom Panci Bandung, Ibu K Meratapi Anaknya yang Ditangkap Densus

Salah satu anggota jaringan sel baru JAD Bandung ini adalah AW, terduga perakit bom panci yang meledak di kamar kontrakannya, di kawasan Buah Batu, Kota Bandung, Sabtu, 8 Juli 2017. Selain, AW, Densus 88 pun sudah mencokok K dan AAS, yang diduga terlibat merancang aksi teror di Kota Bandung.

Setelah itu, ketiga orang tersebut pun mencoba lagi meledakan bom panci di rumah makan di kawasan Astana Anyar, Kota Bandung. Lagi-lagi, bom yang telah mereka rakit gagal meledak. Aksi tersebut dilakukan tiga hari sebelum bom panci meledak di kamar AW. "Sehingga mereka mencoba lagi. Maka, yang terjadi seperti kemarin (ledakan di Buah Batu)," katanya.

Baca pula:
bom panci Bandung tersebut dirakit berdasarkan panduan dari situs di internet. Yusri menyebutkan, otak dari rencana aksi teror tersebut dikomondai oleh AW. "Otaknya di AW," ucap Yusri.

IQBAL T. LAZUARDI S