Nasional, Klaten - Suwarti, 37 tahun, dan Devi Lestari, 34 tahun, menceritakan kronologi aksi kawanan Kawanan Begal Bercadar Rampok 2 Buruh Perempuan di Klaten

Sesampainya di jalan tengah sawah, mereka dikejar enam lelaki yang berboncengan dengan tiga sepeda motor. Karena terkepung dan kondisi jalan masih sepi, Suwarti terpaksa menghentikan motornya. Tiba-tiba, dua dari enam lelaki itu langsung mengacungkan golok dan sebuah pistol warna silver.

Dalam kondisi ketakutan, Suwarti spontan merogoh saku celananya dan mengulurkan uang sejumlah Rp 16.000. Merasa terhina karena hanya diberi uang pecahan, keenam begal itu tidak terima dan terus memaksa Suwarti dan Devi agar mengeluarkan dompetnya.

“Saya terpaksa ambil dompet dari balik jok motor. Di dompet itu ada uang Rp 400.000. Tapi mereka cuma mengambil Rp 250.000,” kata Suwarti. Dia menduga kawanan begal itu tergesa karena takut jika perbuatan mereka terpergok orang lain. “Jadi mereka tidak cermat saat menggeledah dompet saya, karena masih ada Rp 150.000 yang terselip,” kata Suwarti.

Devi menambahkan, kawanan begal itu juga menggondol ponsel uzurnya. “Ponsel saya itu jadul banget, masih polyphonic. Kalau dijual paling cuma laku Rp 50.000,” kata Devi. Semula, mereka tidak berniat melapor ke polisi lantaran menganggap kerugiannya tidak seberapa.

Karena peristiwa perampasan itu terdengar oleh seseorang dan lekas menjadi viral di media sosial, jajaran Polsek Trucuk segera mencari Suwarti dan Devi. “Identitas para pelaku perampasan itu masih dalam penyelidikan,” kata Kepala Polsek Trucuk, Ajun Komisaris Wiji.

Wiji menambahkan, jalan tengah sawah yang dilalui kedua korban itu terbilang rawan tindak kejahatan seperti begal bercadar karena sepi dan minim lampu penerangan. “Tiap berpatroli, bisa sampai sepuluh kali anggota kami menyisir jalan itu dalam sehari,” kata Wiji.

DINDA LEO LISTY