Nasional, Jakarta - Anggota Panitia Khusus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi, Muhammad Berita Negara Keluar, Pansus Angket Minta Legalitas Tak Disoal
Meski sudah dikembalikan, kata Misbakhun, bukan berarti peristiwa tersebut tidak ada. "lya berarti sudah ada mark up. Masa bangun gedung KPK ada mark up? Itu ada audit tahun 2017," tutur politikus Partai Golkar ini.
Selain dugaan mark up gedung baru, panitia angket menemukan pula beberapa masalah di anggaran KPK. Namun ia enggan membeberkannya lebih jauh. "Itu nanti," kata dia.
Sementara itu, Wakil Ketua Panitia Angket, Taufiqulhadi, mengatakan penyalahgunaan anggaran menjadi laporan terbanyak yang pihaknya dapatkan dari BPK. "BPK awasi apa? Keuangan dan kinerja? Ya itu yang paling banyak," ucapnya.
Menanggapi tudingan Misbakhun soal mark up pembangunan gedung baru KPK, juru bicara KPK Febri Diansyah membantahnya. Febri menganggap tudingan tersebut sebagai kekeliruan mendasar.
AHMAD FAIZ | MAYA AYU PUSPITASARI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar