Dunia, Moskow - AS Longgarakan Sanksi terhadap Intelijen Rusia

Lavrov mengakui Rusia tengah mempertimbangkan langkah balasan, meski menolak menyebutkan secara detail ancamannya.

Detail ancaman terbaru justru dilansir surat kabar pro-Kremlin, Izvestia. Informasi ini diduga dirancang untuk meningkatkan tekanan pada Washington, menjelang pembicaraan Amerika Serikat-Rusia mengenai masalah ini.

“Jika dalam pertemuan antara Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov dan Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Politik Thomas Shannon in St. Petersburg tidak tercapai kata sepakat soal gedung konsulat dan diplomat, langkah balasan akan diterapkan,” ujar seorang diplomat Presiden Putin Tak Akan Balas Pengusiran Diplomatnya oleh AS

Selain mengusir 35 diplomat Rusia dari Washington dan San Francisco, pemerintahan Obama memberlakukan sanksi terhadap sembilan entitas dan individu termasuk badan intelijen GRU dan FSB Rusia. Langkah tersebut merupakan tanggapan terhadap dugaan campur tangan Rusia dalam pemilihan umum presiden Amerika.

Jika ancaman Rusia benar-benar dilaksanakan, hal ini akan memperburuk hubungan kedua negara yang tengah menghangat setelah pertemuan perdana Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan koleganya Vladimir Putin di sela-sela KTT G20 di Hamburg, Jerman, pekan lalu.

RUSSIA TODAY | BBC | YON DEMA | SITA